Bulan Ramadhan ini ada KulGram loh. KulGram ini akronim dari Kuliah via Telegram, sedangkan Telegram sendiri merupakan aplikasi obrolan yang digunakan oleh banyak pengguna. Untuk pertama kalinya KulGram ini dimulai pada hari Kamis, 1 Juni 2017 oleh Em Suryadi sebagai pemateri. Materi yang disampaikan adalah tentang Pemrograman Dasar Python.

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Pertama kali rilis pada tahun 1991. Python terpengaruh dari bahasa C, C++, Haskell, Java, & Perl.

Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada Python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis.

Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, Python umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.

Saat ini kode Python dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi, beberapa di antaranya adalah: Linux/Unix, Windows, macOS, Java Virtual Machine, OS/2, Amiga, & Palm. Pada sistem operasi Linux/Unix dan macOS, secara de-facto Python sudah terinstall secara default. Namun, versi yang terinstall biasanya masih versi 2.x.

Konsep Dasar Python 2.x vs 3.x

Ada tiga versi major pada Python yang sekarang beredar, 1.x, 2.x, dan 3.x. Kemudian, versi ini di bagi lagi menjadi sub versi minor seperti 2.7 dan 3.5. Kedua versi Python 2.x dan 3.x masih di gunakan secara luas. Tetapi, code yang di tulis untuk versi 3.x akan di jamin kompabilitasnya untuk versi kedepannya.

Terus, apa sih bedanya Python 2.x dan 3.x ? Kenapa harus ada dualisme di antara kita ? Kenapa pengguna Python 2.x tidak move-on saja ke versi 3.x ? Ya, di balik semua itu pasti ada alasannya. Jadi begini…

Ada perubahan besar pada syntax Python versi 3.x, maka program yang di buat dengan Python 2.x tidak akan berjalan normal pada Python versi 3.x, masalah seperti ini sudah biasa dalam dunia pemrograman, dan sering di sebut “compatibility problems”.

Untuk menghadapi masalah tersebut, para developer Python memberikan waktu kepada para programmer yang ‘kaget’ untuk memporting codenya ke Python 3.x dengan cara ‘masih’ memberikan support ke Python 2.x.

Saat ini, status Python 2.x adalah Legacy yang artinya hanya di support seperlunya dan tidak ada pembaruan fitur terbaru (tetapi tidak menutup kemungkinan, karena Python di kembangkan oleh komunitas).

Berikut adalah bukti bahwa Python 2.x dan 3.x sangat berbeda.

Fungsi Print, pada Python 2.x

Sedangkan Python 3.x

Jika memaksa tidak menggunakan kurung pada contoh di bawah ini:

Maka hasilnya akan error.

Itu, baru fungsi print. Masih banyak perubahan yang mendasar antara Python 2.x dan 3.x.

Lalu, versi mana yang harus di pilih ? Untuk pembuatan aplikasi terbaru, tentu saja versi 3.x. Walaupun ada beberapa library (pustaka) yang belum tersedia pada versi 3.x, tetapi anda jangan khawatir karena sekarang hampir semua library di situs https://pypi.python.org/pypi sudah mendukung versi 3.x.

Ayo kita install versi Python 3.x Untuk keluarga debian dan turunannya gunakan:

Untuk menginstall Python 3.x di sistem operasi yang lain, silahkan google atau tanya ke member yang lain 🙂 Silahkan jika ada pertanyaan, atau ada yang salah mohon di benarkan 🙂

Diskusi pertanyaan lain dari akun telegram @wa_ahyu:

Untuk pengaturan spasi & tab pada teks editor ada tidak? Apa sangat sensitif? Maksudnya dalam penulisan baris code python.

Tanggapan dari pemateri:

Iya, kalau di python statement blocknya pakai indent. Bukan sensitif tapi harus konsisten. Kalau mau pakai spasi ya harus semua pakai spasi, dan jumlahnya harus sama. Jika pakai tab, jumlah spasi juga harus sama pada setiap tabnya. Karena tab sebenarnya hanya otomatisasi untuk pengetikan spasi.

Jadi kita tidak perlu mengetik ulang 4 (misalkan) spasi setiap membuat block. Cukup gunakan tombol tab otomatis kita akan di ketikan 4 spasi.